
SMK Negeri 3 Samarinda menerima kunjungan kerja dari Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Bapak M. Andriansyah, S.Hut., M.P. Kunjungan ini berfokus pada peninjauan persoalan lingkungan hidup serta tantangan pengelolaan lahan yang dihadapi oleh pihak sekolah.
Kehadiran legislator Kota Samarinda tersebut disambut langsung oleh Kepala SMKN 3 Samarinda, Ibu Elis Susiana, S.Pd., M.Pd., didampingi oleh jajaran Sekolah serta pengurus Komite Sekolah.
Dalam pertemuan tersebut, terdapat dua poin utama yang menjadi garis besar pembahasan. Pertama, mengenai sistem pengelolaan limbah dan sampah di lingkungan sekolah. Kedua, mengenai permasalahan tata ruang, di mana masih terdapat permukiman warga di dalam kawasan sekolah yang belum dapat ditertibkan.

Kepala SMKN 3 Samarinda, Ibu Elis Susiana, mengungkapkan bahwa penanganan sampah secara intensif—baik yang bersumber dari internal maupun eksternal sekolah—memerlukan pendekatan yang terpadu dan berkelanjutan.
“Karena itu, sekolah berkolaborasi bersama Komite Sekolah untuk menjembatani komunikasi dan sinergi dengan anggota Dewan Komisi III Kota Samarinda sebagai mitra pemerhati lingkungan. Langkah ini diambil guna mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujar Ibu Elis.

Beliau juga menambahkan bahwa komitmen terhadap kelestarian lingkungan sebetulnya telah ditanamkan kuat kepada seluruh warga sekolah, khususnya para siswa. Edukasi tersebut diintegrasikan secara nyata melalui program kokurikuler. Di sini, siswa tidak hanya dibekali teori pentingnya menjaga kebersihan, tetapi juga diajak langsung mengolah sampah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna dan nilai tambah.
Melalui kunjungan lapangan dari anggota DPRD Komisi III ini, manajemen SMKN 3 Samarinda menaruh harapan besar akan adanya dukungan konkret dari pemerintah daerah, terutama dalam hal penyediaan sarana dan prasarana pendukung program lingkungan di sekolah maupun kawasan sekitarnya.
Selain itu, pihak sekolah berharap dapat terbangun kolaborasi yang lebih kuat dengan masyarakat sekitar secara berkelanjutan. Terkait lahan sekolah yang saat ini belum difungsikan secara optimal, diharapkan segera ada solusi rekondisi. Dengan demikian, lahan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai sarana fasilitas pembelajaran praktik bagi siswa sekaligus memberikan manfaat positif bagi warga sekitar.
Kunjungan ini diakhiri dengan peninjauan beberapa titik area sekolah guna melihat langsung kondisi riil di lapangan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut kebijakan ke depan.












Leave a Reply